Juli 31, 2021 Oleh thescarmantrust.org 0

Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati, Sebuah Ungkapan di selagi Galau

Kata-Kata Sedih Paling Menyentuh Hati, Sebuah Ungkapan di selagi Galau

Kehidupan manusia sebenarnya mempunyai fase yang unik. Terkadang mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Namun ada kalanya mereka akan terasa berada di dalam ada masalah dan kesedihan. Semua itu adalah perihal yang wajar dan semua manusia tentu dulu mengalaminya.

Tuhan mengimbuhkan perasaan sedih kepada kami bukanlah tanpa sebab. Kadang kami tak tahu betapa indahnya hidup yang dirancang oleh Yang Maha Kuasa. Sedih, bahagia, dan kecewa seakan bumbu yang membawa dampak hidup lebih berarti.

Berbagai cobaan atau ujian hidup berikut bertujuan untuk membawa dampak kami jadi khusus lebih baik dan kuat dari sebelumnya. Mungkin tidak enteng untuk terima kondisi tersebut, namun kalimat sedih ini bisa saja dapat jadi pilihan yang bijak untuk mencurahkan hatimu.

“ Bodohnya saya terlena di dalam untaian kata indah darimu, sampai pada akhirnya ku tenggelam bersama kenanganmu,” anonim gambar orang sedih .

“ Jangan sekali-kali menempatkan diriku di dalam kerumunan muka sendu, lebih-lebih di hari bahagiamu,” anonim.

“ Tahukah kau kalau diri ini sudah nikmati tiap tiap detik selagi kami bersama, sebab ku tahu ketika kau pergi, maka semua itu sudah di dalam ingatanku,” anonim.

“ Dunia ini begitu luas untuk diarungi, jadi jangan biarkan saya lupa bersama cuma mengarungi duniamu saja,” anonim.

“ Ada masa ketika kau mengimbuhkan tanda cinta, namun ada terhitung selagi kau mengimbuhkan tanda untuk pergi,” anonim.

“ Jika ada seseorang yang mengajakmu ke puncak, maka ia adalah saya yang paling depan untuk menemanimu mendaki,” anonim.

“ Aku tak dulu tersesat ketika berpetualang, kalau selagi masuk di dalam hatimu,” anonim.

“ Jika kau tanya untuk apa hujan membasahi bumi, maka ia tidak tahu, beda bersama air mata yang tahu untuk siapa ia terjatuh,” anonim.

“ Embun sudah pergi di pagi ini, basah hujan semalam pun sudah mengering. Namun ketika ku lihat perjuangan di balik cermin, maka yang tersisa semata-mata kenangan,” anonim.

“ Berikan sedikit cahaya di dalam gelapmu, agar saya dapat yakin akan terdapatnya harapan,” anonim.

“ Meski tak dapat ku sentuh, namun saya dambakan kamu yang utuh,” anonim.

“ Dan cuma senyummu yang merambat di dalam ingatan, menjeratku bersama kenangan yang berjalan berulang-ulang,” anonim.

“ Sebesar itukah ombak kenanganmu sampai kau anggap kesungguhan ini semata-mata sebesar semut yang dambakan hidup di samudra,” anonim.

“ Kan ku jaga pelabuhan hati ini selagi kau tetap berlayar menjelajahi petualangan cinta yang baru,” anonim.

“ Tak usahlah kau terasa terganggu, sebab saya cuma mencintaimu di dalam diam,” anonim.

“ Dan kenyataannya kami cuma bertegur sapa, padahal dulu dulu sedekat nadi, sampai pada akhirnya hujan membawamu pergi,” anonim.

“ Jika kau pikir saya masa lalu, maka ingatlah kami dulu dambakan menggapai mimpi yang baru,” anonim.

“ Entah kenapa selagi ia menghilang, semua dunia jadi terpuruk,” Lamartine.

“ Setidaknya tersenyumlah tanpa diriku, kalau sebenarnya kau tak senang denganku,” Yoon Myong Joo.

“ Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai namun tak tahu apa yang dicintai,” Haruki Murakami.